PHP – Enterprise – Symfony – Integration – Web Engineeering – FREE

<? start the magic

Memilih bahasa pemrograman

with one comment

Sebenarnya, seluruh bahasa pemrograman mempunyai kemampuan yang sama untuk membangun suatu program. Mereka memiliki statement:

  1. pengkondisian (if..then..else..; switch/ case..of.. )
  2. Perulangan dengan pengecekan kondisi berhenti di awal (while..do..)
  3. Perulangan dengan pengecekan kondisi berhenti di akhir (do..while..; repeat..until..)
  4. Perulangan dengan jumlah yang ditentukan (for..to..do..; foreach..)
  5. Memberikan pesan (write; print; echo)
  6. Kemampuan membaca/ menulis/ menghapus/ memindahkan file (fread; fwrite; ulink; cp; touch;) *
  7. Berinteraksi dengan aplikasi/ modul lain (fopen; include; use) *
  8. Menangkap kesalahan/ menyimpan/memberikan pesan error (catch Exception; try) *
  9. Koneksi dengan basisdata (connect; open) untuk aplikasi client server berbasis data *

CMIIW jika ada yang keliru atau terlewat. Pada dasarnya kemampuan tersebut dimiliki oleh seluruh bahasa pemrograman tingkat rendah. Dan kemampuan (*) pada bahasa yang lebih tinggi, seperti bahasa visual dan PHP sendiri.

Artinya, anda diberikan kebebasan menggunakan bahasa apapun untuk membangun suatu program aplikasi. Yang penting program memberikan output yang diharapkan dengan input yang diharapkan juga.

Namun terdapat beberapa pertimbangan dalam memilih bahasa pemrograman

  1. Lingkungan/ environment implementasi program. Apakah  pengguna disana lebih mudah berbasis windows atau web, sistem operasi yang digunakan, usia pengguna, dan lain sebagainya.
  2. Penguasaan dan kemahiran. Anda mungkin meguasai suatu bahasa pemrograman, namun belum tentu anda mahir. Maksud saya, saat anda mengetahui suatu bahas anda juga diharakan dapat menggunakan bahas tersebut seoptimal mungkin, mengurangi jumlah LOC dan penggunaan resource yang optimal.
  3. Avaibility/ ketersediaan. Anda boleh jadi menguasai VB.Net, ORACLE, MS-SQLServer dan berbagai bahasa propietary. Tapi apakah ada ketersediannya (dengan legal tentunya). Jika anda/ client anda mempu untuk pengadaan aplikasi propietary, kenapa tidak, dan biasanya project dengan bahasa propietary nilainya lumayan “njomplang” dibanding dengan aplikasi yang dibangun dengan bahasa opensource.
  4. Support. Sebelum (mengklaim) anda mencapai tingkat mahir, anda pasti sering berhubungan dengan elemen yang satu ini. Support dapat berupa dokumentasi bahasa pemrograman (help) yang memadai, manual, forum diskusi, online/ offline custumer support yang dapat dihubungi dan jaringan pengguna yang luas dan berpengalaman akan sangat membantu dalam memberikan saran dan ide pembuatan program.

Selamat memilih.. :)

Written by Ali

October 2, 2007 at 3:01 am

Posted in Articles

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. PHP kan bukan bahasa pemrograman,
    tapi script pemrograman :D

    ah .. that just istilah .. Lanjut juragannnnn :P

    Fauzan

    October 24, 2007 at 11:39 am


Leave a Reply