Posts Tagged ‘apache php mysql installation’
Instalasi Apache 2.* + PHP 5.* + Mysql 5.* basis W
Kombinasi mematikan, Apache web server, MySQL database server dan PHP sripting engine masih menjadi pilihan utama kebanyakan programmer dalam membangun suatu aplikasi berbasis web. Selain MySQL, PHP juga mempunyai banyak dukungan terhadap berbagai basisdata/ database. Diantaranya Oracle, pdo, postgreSQL (pgSQL).
Baiklah lanjut ke instlasinya..
Apache Saya rasa tidak banyak yang kesulitan menginstall apache dalam basis W. Disni saya menggunakan WXPProfSP1. Wizzard instalasinya mudah diikuti, dan anda tidakperlu mempunyai hosting domain untuk melakukan ini, bisa diisi sembarang. Defaultnya akan terinstall di %Program Files\Apache Group\Apache2\ dan menginstall “monitor apache server” pada system tray anda.
PHP Setelah mengunduh PHP yang (saya sarankan) dalam bentuk .zip, buka file zip dan extract di suatu folder, saya sarankan path foldernya yang mudah ditulis, misal di C:\php atau c:\php5, dan sebagainya.
MySQL Sama halnya dengan Apache, Instalasi MySQL tidak terlalu sulit. MySQL memiliki installation wizzard yang cukup mudah dimengerti. Setelah instalasi, kita akan diberikan wizzard “MySQL Server Instance Configuration Wizzard” Settingan ini dapat anda ubah kemudian baik menggunakan wizzard atau secara manual dengan mengubah file my.ini. Saya jelaskan secara singkat disini.
- Server type – Pemilihan server type akan berpengaruh terhadap penggunaan resource CPU, memory dan disk. Pilihan yang tersedia dsini:
- Developer machine – Minimum memory usage.
- Server Machine – Medium memory usage.
- Dedicated Server Machine – Maximum memory usage.
- Database Usage – Akan digunakan untuk apa database MySQL kita.
- Multifunctional – penggunaan yang umum. Server akan mengoptimasi storage engine, menggunakan InnoDB storage sebagai default.
- Transactional – Server digunakan sebagai database transaksional. InnoDB akan digunakan sebagai default database storage, pilihan MyISAM tetap dapat digunakan.
- Non-transactional – Cocok digunakan untuk aplikasi berbasisi web, aplikasi monitoring dan atau logging sebagai program analisis. Storage engine yang diaktifkan hanya MyISAM non-transactional.
- InnoDB tablespace – Opsi penempatan tablespace untuk InnoDB. Penempatan dan space disk yang disediakan untuk table InnoDb dapat kita definisikan disini. InnoDb akan menggunakan Free Disk Space yang tersedia.
- Perkiraan jumlah multiple connection dalam suatu waktu (concurrent connections) ke server MySQL kita
- DSS/ OLAP- Jumlah koneksipaling sedikit, sekitar 20. Biasanya digunakan jika aplikasi kita berupa aplikasi sederhana non-transaksional.
- Online transaction Processing (OLTP) – untuk web server dengan trafik tinggi
- Manual setting – Tentukan sendiri sesaui kebutuhan kita.
- Networking options – Saya sarankan untuk tidak dirubah. namun memungkinkan untuk alasan kemanan (ubah port atau tidak izinkan koneksi TCP/ IP)
- Character set – Memilih default Character set saat kita membuat database/table. Pilihan yang tersedia adalah standard, UTF8 dan manual.
- Service di W dan include di path W, tidak usah diubah, next.
- Root dan anonymous account – Saya sarankan untuk menonaktifkan anonymous account dan mengisi root password, dan saya harap anda ingat passwordnya
- Eksekusi
Konfigurasi
Ubah httpd.conf, dengan cara dari start menu ke ..apache.. >> .Configure.. >> ..httpd.conf..
Ubah statement berikut
DocumentRoot “C:/www”
dan
<Directory “C:/www”>
Sesuaikan dengan directory root anda, maksudnya direktori dimana anda akan meletakkan file HTML, php dan lain sebagainya yang akan diakses dari browser dengan mengetikkan http://localhost/
tambahkan ini ke baris paling akhir httpd.conf
LoadModule php5_module “C:/php5/php5apache2.dll”
AddType application/x-httpd-php .php
AddType application/x-httpd-php-source .phps
Note : Sesuaikan path dengan path anda mengekstraksi PHP
Copy dan paste file php5apache2.dll atau php5apache2_2.dll (tergantung versi apache nya jika versi Apache webserver anda versi 2. 2. * maka gunakan php5apache2_2.dll dan php5apache2.dll jika Apache web server anda versi 2. 0. *) libmysql.dll, dan php5ts.dll ke folder Windows/System32/. Setelah itu, restart Apache service dari Apache monitor server di systray kanan bawah windows anda atau dari Start >> Run ketikkan services.msc. Stop dan start kembali apache2 services anda.
Ketikkan alamat http://localhost/ atau http://127.0.0.1/ pada web browser anda. Jika mendapati halaman apache web server, anda sudah berhasil. Jika belum dan muncul error saat menjalankan service Apache, perhatikan hal-hal berikut
- Penulisan path, apakah sudah tepat
- Versi php-apache dll anda, sesuaikan dengan web server atau bisa dicoba-coba dengan dll yang ada (cara tembak langsung)
- Tidak ada service webserver lain yang sedang berjalan
- Jika file dll tidak ditemukan, copy-kan file tersebut ke direktori Windows.
Konfigurasi PHP. Yang paling utama dalam konfigurasi PHP adalah mengubah nama file “php.ini-recommended” menjadi “php.ini” buka file php.ini ubah staement berikut
extension_dir = “C:\php5\ext”
Sesuaikan dengan path ekstraksi PHP anda, arahkan ke direktori extension atau ext dimana terdapat modul-modul php yang akan diaktif, sesuaikan dengan kebutuhan.
terutama aktifkan
extension=php_gd2.dll <- fungsi gambar pada PHP
extension=php_mysql.dll <- fungsi MySQL tidak teraktifkan secara default
extension=php_mbstring.dll <- phpMyAdmin membutuhkan modul ini untuk fitur multi bahasanya
extension=php_openssl.dll <- jika anda akan menggunakan SSL aktifkan modul ini
extension=php_fdf.dll <- untuk fungsi php pdf
Buat file sederhana dengan nama index.php di dokumen root yang isinya
<?php
phpinfo();
?>
Lihat instalasi dan modul-modul yang kita inginkan apakah sudah aktif
Anda bisa memulai membuat keajaiban
W disni artinya: WindowsXP


