PHP – Enterprise – Symfony – Integration – Web Engineeering – FREE

<? start the magic

Posts Tagged ‘symfony

Symfony – Bab 1 :: Perkenalan

with 10 comments

Symfony

Symfony adalah salah satu PHP framework yang bersifat opensource!

Syarat menginstall Symfony apa??

Syarat umum :

  • Ada web server PHP 5, MySQL5, PEAR
  • bisa menjalankan Mysql, PEAR, & PHP CLI via console

Windows

  • Punya tools buat nge un-extract

Linux

  • Mengerti/ tahu perintah tar :P

Kenapa console?? Pihak developernya menclaim penggunaan CLI akan mempercepat proses development suatu project, mungkin dengan asumsi semua orang pasti pernah berurusan dengan tools yang satu ini dalam men-develop suatu web. Dan ini benar, kita bisa membuat sebuah web, tanpa harus mengetikkan satupun perintah PHP!

Beberapa Istilah, teknologi dan metodologi yang digunakan oleh Symfony (untuk pengetahuan saja)

  • ORM [wiki] – Object Relational Mapping, Suatu metode dimana anda (diharapkan) tidak “menyentuh” data (database) secara langsung. Namun sebagai gantinya anda akan menggunakan objek-objek yang menjadi interface program anda dengan database. Keuntungannya, data anda lebih aman dari sentuhan langsung script anda yang kadang berakibat fatal (hayoo ngaku siapa yang pernah… :D ) selain itu terdapat fitur foreign key yang dapat anda gunakan sekalipun database type anda tidak mendukung penggunaan foreign key (contohnya MYISAM). ORM di Symfony akan dilakukan oleh propel.
  • CRUD [wiki] – Create, read, update and delete. Aplikasi paling bagus, canggih dan unik sekalipun, pasti memiliki dan atau mengkombinasikan empat kemampuan dasar ini. Buat, baca, sunting, hapus. Symfony dapat membuat kemampuan dasar ini jauh lebih mudah dan cepat.
  • YML [wiki] – Bagi anda yang sudah familiar dengan XML, seharusnya tidak ada masalah dengan YML. YML, seperti halnya XML, YML adalah file penyimpan data dengan format dan aturan tertentu. YML dibanding XML, lebih simple dalam hal penulisan, karena tidak mengenal tag. Tag dalam XML digantikan dengan spasi di YML.
  • DRY [wiki] – Jangan mengulangi apa yang sudaha anda tulis :!: Symfony merupakan framework kelas enterprise. Artinya, setiap modul dan template yang anda develop dalam symfony dapat reuseable/ digunakan kembali oleh modul lain atau aplikasi lain.
  • KISS [wiki] – Buat menjadi sederhana :!: Semua hal diatas menuju satu tujuan, aplikasi anda dapat dibuat lebih sederhana, mudah dibaca dan mudah dikembangkan kembali (re-develop). Semua yang ada di symfony mampu memenuhi kebutuhan anda dalam men develop suatu aplikasi, tinggal bagaimana anda meramu script dan utility yang ada dalam framework symfony ini menjadi sebuah aplikasi yang anda inginkan.

Jargon-jargon dasar yang perlu kita sepakati dalam menggunakan Symfony adalah:

Project - Project adalah root dari aplikasi-aplikasi yang akan kita bangun. Project dapat terdiri dari beberapa aplikasi. Project mengatur pondasi dari website, seperti koneksi basisdata, plugins, model, dan sebagai container dari aplikasi.

Application- Untuk memudahkan ana untuk memahami layer layer ini, misalkan anda membuat Sistem informasi penjualan. Diamana Sistem Informasi ini adalah Project anda, dan anda menginginkan aplikasi tersendiri untuk setiap user, kita asumsikan kita memiliki user administrator, supplier, pegawai, dan customer. Maka aplikasi-aplikasi ini yang akan menjadi suatu aplikasi dalam project kita. Kenapa dipisah? karena bebeda peruntukannya pun berbeda, behaviour nya berbeda, hak aksesnya berbeda (dapat disesuaikan dan di konfigurasi seesuai kebutuhan).

Module - Module adalah sekumpulan fungsionalitas dengan objek sama atau serupa atau satu tujuan. Module dalam Sistem informasi adalah modul barang, pemesanan, laporan transaksi, login, halaman depan, manajemen user, dan sebagainya.

Action - Action adalah logic dari setiap modul. Dalam suatu modul minimal memiliki satu buah action. Miisalkan di module barang terdapat action listBarang, inputBarang, hapusBarang, editBarang, dan sebgainya. Penamaan action dimungkinkan sama dengan nama modul, contoh: modul login memiliki dua actions, yaitu login dan logout.

Parameter - Pengertian parameter sama seperti pengertian parameter di fungsi. Yaitu variabel yang diperlukan untuk melakukan fungsi/ action.

Satu aplikasi minimal memiliki satu modul dan satu aksi.

camelCase – sebenarnya hanya persetujuan cara penulisan di symfony, dimana huruf awal nama fungsi adalah huruf kecil (lowercase) dan setiap penggalana kata huruf besar (uppercase), sperti unta diaman kepalanya rendah dan punuknya lebih tinggi daripada kepalanya. Contoh saya memiliki nama fungsi :

getfungsimengambilnamauseryanglogin()

dalam camel case akan ditulis

getFungsiMengambilNamaUserYangLogin()

Baiklah, selanjutnya..

Written by Ali

April 27, 2008 at 9:14 am